Pekan Raya Leuser: Ruang Apresiasi Peran Warga Lindungi Hutan Aceh

December 9, 2024 - 14:55
Pekan Raya Leuser yang berlangsung pada tanggal 3-8 Desember 2024, yang acara utamanya digelar di Museum Tsunami, pada 7-8 Desember 2024. [Dok. Ist]

HABADAILY.COM - Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) menyelenggarakan Pekan Raya Leuser pada tanggal 3-8 Desember 2024 di Banda Aceh, dalam rangka merayakan upaya perlindungan hutan berbasis masyarakat di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser di Provinsi Aceh. Acara utamanya digelar di Museum Tsunami, pada 7-8 Desember 2024.

Kegiatna ini bakal dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni dari masyarakat dan sanggar dari beberapa kabupaten di Aceh, bazaar produk masyakat, live mural dari seniman, dialog entitas masyarakat bersama instansi pemerintah, permainan tradisional untuk anak-anak, diantara beberapa pentas seni lainnya. 

Selama dua hari, Pekan Raya Leuser dihadiri lebih dari 500 orang, termasuk lebih dari 100 orang masyarakat dampingan yang hadir dari kabupaten-kabupaten di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser.

Pekan Raya Leuser ini disebut sebagai wadah merayakan upaya-upaya berbagai entitas kelompok masyarakat di Kawasan Ekosistem Leuser yang sudah berjuang untuk melindungi hutan di sekitar tempat tinggal mereka. Kita mengundang Teungku Inong, Pawang, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Kelompok Pemuda, dan Perempuan Paralegal Lingkungan Hidup. 

“Di saat bersamaan, acara ini juga menjadi ajang komunikasi antara entitas tersebut, dan menjadi wahana untuk meningkatkan kesadaran publik, khususnya untuk kita yang hidup di kota, terkait upaya dan tantangan masyarakat untuk melindungi hutan,” ujar Rubama, Community Conservation Manager di Yayasan HAkA. 

Entitas masyarakat dampingan juga membacakan pernyataan sikap kepada pemerintah Aceh yang berisi harapan-harapan mereka terkait konservasi Kawasan Ekosistem Leuser ke depan dan mendukung upaya-upaya masyarakat yang berjuang untuk lingkungan hidup yang sehat. 

Di antara beberapa permintaan masyarakat, ada dorongan kepada pemerintah Aceh untuk memastikan adanya nomenklatur Kawasan Ekosistem Leuser di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA) untuk menjamin tidak adanya rencana pembangunan yang tidak layak di dalam Kawasan yang sensitif ini.

“Ini adalah acara yang sangat baik, terutama untuk kami masyarakat, karena sering merasa bahwa perjuangan kami melindungi hutan terkesan menjadi perjuangan sendiri. Kami berharap melalui pernyataan sikap kami, pemerintah provinsi hingga desa akan mendengar pemintaan kami dan juga mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dalam melindungi hutan demi kesejahteraan kita bersama,” sebut Saudah, pendiri Perempuan Beutong Bersatu di Kabupaten Nagan Raya. 

Badrul Irfan, Sekretaris Yayasan HAkA mengaku senang melihat antusiasme dan kehadiran dari banyak masyarakat di Banda Aceh ke Pekan Raya Leuser. Apabila tidak mengenal masyarakat-masyarakat yang hidup bersampingan dengan hutan, ujarnya, tidak akan diketahui betapa besarnya perjuangan mereka. 

“Semoga Pekan Raya Leuser juga dapat meningkatkan kolaborasi antar pihak, dan menjadi semangat bersama untuk melindungi hutan Aceh, khususnya Kawasan Ekosistem Leuser,” ajak Badrul Irfan. []

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.