Festival Tunas Bahasa Ibu, Momentum Pelestarian Bahasa Daerah di Aceh

November 19, 2024 - 12:23
Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2024, di Hotel Ayani, Banda Aceh, Senin (18/11/2024). [Dok. Ist]

HABADAILY.COM - Pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2024, di Hotel Ayani, Banda Aceh, Senin (18/11/2024) malam berlangsung meriah.

Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal mewakili Pj Gubernur Aceh mengapresiasi Balai Bahasa Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh yang telah berinisiatif menggelar kegiatan ini. 

"Dengan kegiatan ini kita berharap bahasa kita baik itu bahasa Aceh maupun bahasa Gayo tidak hilang ditelan masa dan diambil atau diakui menjadi bahasa daerah lain," ujarnya.

"Festival Tunas Bahasa Ibu ini merupakan sebuah media untuk memberikan apresiasi kepada para pihak yang telah berkontribusi secara terus menerus dalam program revitalisasi bahasa daerah,” tambahnya.

Almuniza mengatakan sebagai bagian dari rangkaian program Revitalisasi Bahasa Daerah, festival ini menjadi wadah diseminasi perlindungan bahasa dan menyosialisasikan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Bahasa dan pemerintah daerah. 

"Alhamdulillah Pemerintah Aceh mewakili Pemerintah Kabupaten/Kota telah kembali menerima 9 warisan tak benda dari pemerintah pusat, semoga juga bahasa Aceh dan Gayo ini suatu saat nanti tidak punah oleh perkembangan zaman," harapnya.

Dalam momentum yang sama, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Umar Solikhan menyampaikan tujuh bidang lomba yang dihadirkan pada FTBI, di antaranya mendongeng, membaca puisi, pidato, carakan, menembang, menulis cerpen dan komedi tunggal.

"Nantinya setelah Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi Aceh tahun 2024 akan dilanjutkan dengan Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional pada tanggal 9 hingga 14 Februari 2025," ucapnya.

Lebih lanjut Umar menekankan bahwa dengan digelarnya FTBI ini maka akan lebih meningkatkan kecintaan kepada bahasa daerah. 

"Kecintaan pada bahasa ibu atau bahasa daerah kuncinya ada pada langkah pemertahanan bahasa daerah yang merupakan bahasa ibu di dalam keluarga. Karena dalam keluarga itulah bisa timbul interaksi. Selain berbahasa Indonesia, membiasakan bahasa daerah jadi cara untuk bisa lebih mempertahankan bahasa ibu," terangnya.

Adapun bidang yang dilombakan yaitu membaca dan menulis aksara daerah, menulis cerita pendek, membaca dan menulis puisi, mendongeng, berpidato, tembang tradisi, dan komedi tunggal. 

Ajang ini merupakan upaya untuk mempromosikan keragaman bahasa daerah, menyebarluaskan semangat kecintaan dan ekspresi kebanggaan terhadap bahasa daerah, serta sebagai bentuk apresiasi kepada para pelaku Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD), khususnya generasi muda.

Kegiatan FTBI ini diikuti oleh enam (6) kabupaten/kota yang meliputi Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues.

Perlombaan akan digelar sehari penuh mulai pagi ini hingga malam dan diikuti oleh 41 peserta 3 pendamping dan 1 maestro dari perwakilan kabupaten/kota dengan jumlah total 270 orang peserta. []

 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.