Populasi Manusia Diperkirakan Terus Menyusut di Masa Depan

September 21, 2024 - 13:27
Ilustrasi populasi dunia. [Pixabay]

HABADAILY.COM - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa populasi manusia secara global mencapai hampir 8,2 miliar pada pertengahan tahun 2024. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga 2060-2080. Namun, setelah itu populasi manusia akan menurun. Apa dampaknya?

Menurut PBB, perubahan populasi global tidak merata dan secara umum demografi terus berkembang. Di beberapa negara, pertumbuhan populasi cukup cepat dan di banyak negara lain, penuaan cepat juga terjadi.

"(Kondisi ini) menjadikan data populasi yang dapat diandalkan lebih penting dari sebelumnya," kata badan kesehatan seksual dan reproduksi PBB (UNFPA), yang dikutip dari situs resmi PBB, seperti dilansir dari Detik.

Sebagai contoh, di negara-negara maju, populasi yang menurun sudah terjadi. Misalnya di Jepang, populasi menurun tajam, dengan penurunan 100 orang setiap jamnya.

Di Eropa, Amerika, dan Asia Timur, tingkat kesuburan ikut menurun tajam. Kemudian, banyak negara berpendapatan menengah atau rendah juga akan mengalami penurunan.

Selama 50 tahun, banyak pakar dan pengamat telah mencoba menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pertumbuhan populasi global. Pada 1968, The Population Bomb meramalkan terjadinya kelaparan besar-besaran dan menyerukan pengendalian kelahiran skala besar.

Namun, perkiraan PBB justru telah menunjukkan penurunan populasi pada masa depan tanpa adanya pengendalian jumlah penduduk.

Bahkan, di sebagian besar wilayah Eropa, Amerika Utara, dan sebagian Asia Utara, depopulasi telah berlangsung selama beberapa dekade. Tingkat kesuburan terus menurun selama 70 tahun terakhir dan tetap rendah.

Di sisi lain, harapan hidup yang lebih panjang berarti jumlah orang yang sangat tua (di atas 80 tahun) akan meningkat dua kali lipat di wilayah tersebut dalam waktu 25 tahun.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, China juga telah mengalami penurunan, dan penurunannya diperkirakan akan semakin cepat. Penurunan yang tiba-tiba ini disebabkan oleh kebijakan "Satu Anak" yang berakhir pada 2016.

Pada akhir abad ini, jumlah penduduk China diperkirakan dua pertiga lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk saat ini yang mencapai 1,4 miliar jiwa, demikian keterangan yang dikutip dari phys.org. []

Sumber: Detik

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.