MAPESA–ISBI Aceh Gelar FGD, Bahas Tantangan Seni Islam dan Masa Depan Seniman Aceh
HABADAILY.COM - Isu seni Islam, otoritas kebudayaan, dan keberlanjutan ekonomi seniman menjadi topik utama dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ORASI ARTSALAM yang diselenggarakan oleh Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (MAPESA) bekerja sama dengan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh pada tanggal 22 Desember 2025.
Forum ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI dan LPDP melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Tahun 2024 Kategori Kegiatan Strategis. Ini menjadi ruang dialog terbuka antara akademisi, seniman, dan pegiat budaya Aceh.
Kegiatan ini menghadirkan fasilitator Taqiyuddin Muhammad, Azhari Aiyub Iskandar, Aridho, dan Mayang Lestari Saragih, yang membahas seni tidak hanya sebagai karya estetika, tetapi juga sebagai praktik sosial dan spiritual.
Dalam paparannya, Taqiyuddin Muhammad menekankan bahwa persoalan terbesar seni di Aceh bukan semata-mata perdebatan halal-haram, melainkan lemahnya ekosistem seni.
Ia menyebut seniman kerap berada dalam tekanan ekonomi sehingga sulit melahirkan karya yang berkelanjutan. “Seni adalah pasar tersendiri. Jika pasar diciptakan bersama, maka seniman akan bertahan dan kualitas akan meningkat,” katanya.