HABADAILY.COM - Momentum Pilkada Aceh tahun 2024 dinilai bisa menjadi ruang untuk menyuarakan isu inklusi secara intensif kepada para kontestan/calon kepala daerah, tokoh-tokoh politik, maupun partai politik.
Dengan demikian, diharapkan isu ini masuk dalam proses penyusunan program kerja atau pembuatan kebijakan di eksekutif maupun legislatif nantinya.
Dalam kunjungannya ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Rabu lalu, sejumlah organisasi yang bergabung dalam Koalisi Aliansi Masyarakat Sipil untuk Transparansi, Inklusi, dan Demokrasi (Aspirasi) Aceh bersama SETARA Institute mendiskusikan strategi mendorong agenda-agenda pembangunan kelompok marginal baik sebelum dan sesudah pemilihan kepala daerah.
Mewakili Koalisi Aspirasi, Bayu Satria menjelaskan, sebelumnya SETARA Institute bersama koalisi tersebut telah berdialog dengan empat bakal calon gubernur Aceh untuk dapat memahami pemikiran, gagasan, dan idenya mengenai pemenuhan hak-hak kelompok marginal di Aceh.
“Secara spesifik, Koalisi Aspirasi mendorong agar KIP Aceh membuka akses informasi selebar-lebarnya bagi kelompok rentan sehingga mereka bisa memahami pilkada dengan benar,” kata Bayu.
Koalisi juga mendorong penyediaan fasilitas bagi kelompok disabilitas untuk mendukung para penyandang disabilitas yang akan menggunakan hak suara pada hari pemilihan.
Selain itu, juga meminta agar topik-topik yang berkaitan dengan pemberdayaan dan pemenuhan hak kelompok marginal dimasukkan dalam materi debat calon gubernur Aceh.