"Abbas menyerukan penerapan solusi politik yang lebih luas berdasarkan legitimasi dan hukum internasional, yang mengarah pada diakhirinya pendudukan dan tercapainya kebebasan, kemerdekaan, dan kedaulatan rakyat Palestina," kata Al-Sheikh.
Pada Rabu (22/11), Israel mengumumkan telah menyepakati perjanjian gencatan senjata sementara atau jeda kemanusiaan dengan milisi Hamas di Jalur Gaza, Palestina.
Dalam rapat kabinet Israel, Rabu (22/11), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan gencatan senjata selama empat hari ini termasuk pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas.
"Kami telah memutuskan keputusan yang sulit malam ini, tapi ini adalah keputusan yang benar," ucap Netanyahu pada Rabu (22/11) dini hari usai merampungkan rapat kabinet darurat.