Israel Setuju Gencatan Senjata, Tapi Masih Terus Menggempur Jalur Gaza

November 23, 2023 - 13:08
Kepungan Israel di Gaza masih berlanjut usai gencatan senjata dikabarkan terancam molor. Foto: via REUTERS/IDF/CCN Indonesia

HABADAILY.COM - Pejuang Palestina Hamas menyambut baik kesepakatan gencatan senjata "kemanusiaan" dengan Israel. Namun, Hamas juga mengonfirmasi bahwa gencatan senjata akan berlangsung selama empat hari itu, tapi belum jelas kapan gencatan senjata akan dimulai lantaran Israel masih terus menggempur Jalur Gaza sampai hari ini.

"Ketentuan perjanjian ini dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya yang bertujuan untuk melayani rakyat kami dan meningkatkan ketabahan mereka dalam menghadapi agresi," bunyi pernyataan Hamas seperti dikutip AFP diberitakan CNN (23/11/2023).

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik terjadinya kesepakatan gencatan senjata atau jeda kemanusiaan antara Israel dan Hamas.

"Presiden Mahmoud Abbas dan pimpinan menyambut baik perjanjian gencatan senjata kemanusiaan dan menghargai upaya yang telah dilakukan Qatar-Mesir, serta menyerukan untuk penghentian secara komprehensif agresi Israel terhadap rakyat Palestina dan masuknya bantuan kemanusiaan," kata Mahmoud lewat pernyataan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Hussein Al-Sheikh dikutip dari CNN.

Al Sheikh juga mengatakan Abbas menyerukan agar jeda kemanusiaan Israel-Hamas bisa mengarah kepada diakhirinya penjajahan Israel dan memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina.

"Abbas menyerukan penerapan solusi politik yang lebih luas berdasarkan legitimasi dan hukum internasional, yang mengarah pada diakhirinya pendudukan dan tercapainya kebebasan, kemerdekaan, dan kedaulatan rakyat Palestina," kata Al-Sheikh.

Pada Rabu (22/11), Israel mengumumkan telah menyepakati perjanjian gencatan senjata sementara atau jeda kemanusiaan dengan milisi Hamas di Jalur Gaza, Palestina.

Dalam rapat kabinet Israel, Rabu (22/11), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kesepakatan gencatan senjata selama empat hari ini termasuk pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas.

"Kami telah memutuskan keputusan yang sulit malam ini, tapi ini adalah keputusan yang benar," ucap Netanyahu pada Rabu (22/11) dini hari usai merampungkan rapat kabinet darurat.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.