HABADAILY.COM - Pejuang Palestina Hamas menyambut baik kesepakatan gencatan senjata "kemanusiaan" dengan Israel. Namun, Hamas juga mengonfirmasi bahwa gencatan senjata akan berlangsung selama empat hari itu, tapi belum jelas kapan gencatan senjata akan dimulai lantaran Israel masih terus menggempur Jalur Gaza sampai hari ini.
"Ketentuan perjanjian ini dirumuskan sesuai dengan visi perlawanan dan faktor-faktor penentunya yang bertujuan untuk melayani rakyat kami dan meningkatkan ketabahan mereka dalam menghadapi agresi," bunyi pernyataan Hamas seperti dikutip AFP diberitakan CNN (23/11/2023).
Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyambut baik terjadinya kesepakatan gencatan senjata atau jeda kemanusiaan antara Israel dan Hamas.
"Presiden Mahmoud Abbas dan pimpinan menyambut baik perjanjian gencatan senjata kemanusiaan dan menghargai upaya yang telah dilakukan Qatar-Mesir, serta menyerukan untuk penghentian secara komprehensif agresi Israel terhadap rakyat Palestina dan masuknya bantuan kemanusiaan," kata Mahmoud lewat pernyataan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Hussein Al-Sheikh dikutip dari CNN.
Al Sheikh juga mengatakan Abbas menyerukan agar jeda kemanusiaan Israel-Hamas bisa mengarah kepada diakhirinya penjajahan Israel dan memberikan kemerdekaan kepada rakyat Palestina.