Seniman Aceh Bersatu Hadapi Tantangan Berkesenian di Aceh

August 27, 2023 - 22:24
Para Seniman Aceh berfoto bersama pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, Sabtu (26/8/2023). FOTO: For Habadaily.com
1 dari 3 halaman

"Saya mengkritik sebagai satu cara menyampaikan apa dan bagaimana seharusnya anggaran kesenian di Aceh ini yang secara patut dan bermartabat dapat diterapkan, Pemerintah Aceh melalui dinas harus mengambil peran secara proporsional terkait anggaran dari program, kitalah yang juga sebagai pemilik anggaran seni budaya ini yang seharusnya ikut menentukan, ini malah tidak dilibatkan, bahkan apabila terlalu mengkritik, bisa-bisa dianggap tidak kooperatif, ini aneh buat Saya selaku seniman," 

HABADAILY.COM, Banda Aceh - Para seniman Aceh lewat Forum Group Discussion (FGD) berkomitmen bersatu untuk maju, mengingat pentingnya ada bargaining seniman dalam konteks menghadapi ketidaksinergian program pemerintah terhadap dunia berkesenian di Aceh.

"Pentingnya ada bargaining seniman dalam konteks menghadapi ketidaksinergian program pemerintah terhadap dunia berkesenian di Aceh, unsur ini cukup signifikan dalam upaya menjaga peningkatan kemajuan berkesenian, ternyata diperlukan sikap yang tegas demi menjaga 'harga diri' seniman itu sendiri agar tidak terjebak dalam konflik kepentingan terkait anggaran kesenian," Kata Seniman Aceh, Jamal Taloe pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh, Sabtu (26/8/2023).

Djamal menyorot pentingnya ada bargaining seniman dalam konteks menghadapi ketidaksinergian program pemerintah terhadap dunia berkesenian di Aceh, unsur ini menurutnya cukup signifikan dalam upaya menjaga peningkatan kemajuan berkesenian, ternyata diperlukan sikap yang tegas demi menjaga 'harga diri' seniman itu sendiri agar tidak terjebak dalam konflik kepentingan terkait anggaran kesenian.

"Saya mengkritik sebagai satu cara menyampaikan apa dan bagaimana seharusnya anggaran kesenian di Aceh ini yang secara patut dan bermartabat dapat diterapkan, Pemerintah Aceh melalui dinas harus mengambil peran secara proporsional terkait anggaran dari program, kitalah yang juga sebagai pemilik anggaran seni budaya ini yang seharusnya ikut menentukan, ini malah tidak dilibatkan, bahkan apabila terlalu mengkritik, bisa-bisa dianggap tidak kooperatif, ini aneh buat Saya selaku seniman," ungkap Djamal.

Hadir menjadi pemantik FGD antaranya Dr. Nurlis, Din Saja, Djamal Taloe, Ampon Yan, secara personal masing-masing menelaah konsepsi juga temuan hambatan tumbuh kembangnya kesenian di Aceh, menyorot lebih luas duduk pangkal munculnya hambatan berkesenian; personal seniman, program lembaga kesenian, unsur daya dukung suasana berkesenian bahkan pada tatanan stakeholder dan pengambil kebijakan terkait program kesenian juga budaya di Aceh.

"Saya menyorot adanya kemunduran dalam aktifitas kesenian di Aceh, bahkan dari segi media, karenanya setiap pihak sangat berpotensi menjadikan perkembangan seni budaya di Aceh untuk dapat lebih baik di masa depan," papar Nulis.

© 2024 PT Haba Inter Media | All rights reserved.