Penyaluran BLT di Cot Saleut Peusangan Siblah Krueng Diduga Tak Tepat Sasaran

August 1, 2023 - 05:09
Kantor Kepala Desa Cot Saleut, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen.

HABADAILY.COM—Warga Cot Saleut, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, kecewa terhadap kinerja keuchik setempat, terutama terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD). Penyaluran bantuan itu terkesan pilih kasih dan disinyalir tidak tepat sasaran. 

“Kebanyakan penerima BLT DD di gampong kami dari kalangan orang kaya dan perangkat desa. Sementara warga miskin seperti saya tidak tersentuh bantuan itu,” keluh Zulkifli, warga Cot Saleut, Senin (31/7/2023).

Karena itu, kata Zulkifli, banyak warga di desanya kecewa dengan kebijakan yang diambil oleh keuchik dan perangkat gampong. “Seharusnya pembagian BLT diutamakan kepada warga miskin. Ini malah diberikan kepada toke pinang, orang kaya yang memiliki kebun kelapa berhektar-hektar, bahkan perangkat desa yang kaya pun menerima BLT,” beber pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemanjat kelapa ini. 

Keluhan serupa disampaikan Aludin, tokoh masyarakat Cot Saleut yang menyesalkan pola pembagian BLT di desanya. “Banyak anggaran gampong juga tidak jelas penggunaannya belakangan ini,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi semenjak Gampong Cot Saluet dipimpin Keuchik Jafaruddin. “Makanya kami sangat berharap, pihak Inspektorat turun langsung ke sini untuk mengaudit penggunaan dana desa,” harap Aludin.

Mengenai penerima BLT dari kalangan orang kaya juga diakui Sekdes Cot Saleut, Nazaruddin. “Memang ada beberapa orang kaya yang mendapatkan BLT, tapi hal itu  sudah dimusyawarahkan. Begitu juga mengenai penggunaan anggaran gampong, sudah pernah dimusyawarahkan dan dibahas di rapat gampong,” sebutnya.

Sementara Ketua Tuhapeut Gampong Cot Saleut yang baru terpilih dalam sepekan ini, Mahdi mengatakan dirinya belum bisa memberikan penjelasan mengenai persoalan itu dikarenakan belum menerima SK pengangkatannya sebagai Tuhapeut. “Setelah SK turun, saya akan memanggil keuchik dan perangkat gampong untuk mengklarifikasikan persoalan ini,” sebut pria yang akrab disapa Kuala ini. 

Mahdi berjanji akan membenahi dan melakukan rapat umum di gampongnya guna memperjelas berbagai persoalan di masyarakat, terutama menyangkut penggunaan dana gampong. “Kalau memang terindikasi adanya penyelewengan anggaran  gampong, maka akan kami minta aparat hukum mengusutnya,” ucapnya.

Sedangkan Keuchik Cot Saluet Jafaruddin terkesan berusaha mengelak untuk dikonfirmasi persolan tersebut. Saat media ini mendatangi kediamannya, yang bersangkutan juga tidak berada di tempat.[] 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.