Saat Pawang Rimueng Jadi Pengumpul Lidi

January 17, 2023 - 00:21
Munzilin alias pawang rimueng mengumpulkan lidi di kawasan pedalaman.
2 dari 3 halaman

Karena itu, lanjut dia, setelah tercipta perdamaian di bumi Aceh, dirinya langsung melepas embel-embel GAM. “Pasca-konflik, saya kembali ke masyarakat sebagai warga negara yang taat hukum. Dalam mencari rezeki pun, saya siap bekerja apa saja asalkan halal,” sebutnya.

Menurut Pawang Rimueng, berbagai pekerjaan yang menguras energi dijalaninya dengan ikhlas. Walau penghasilan yang didapat tidak sebanding keringat yang dikeluarkan, dia menerima dengan penuh rasa syukur kepada sang Khalik.

“Pernah bertani, jualan tebu, dan sekarang bekerja sebagi pengumpul lidi dari rumah ke rumah di pedalaman Bireuen dengan menggunakan becak,” sebutnya.  

Dalam sehari, menurut ayah dua anak ini, dirinya bisa mengumpulkan sekira 250 hingga 500 kilogram lidi. “Saya tampung dari warga Rp3 ribu per kilogram lidi. Kemudian saya pasarkan lagi dengan keuntungan yang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Munzilin. 

Diakui Munzilin, sejauh ini dirinya belum pernah mendapat bantuan pemerintah, termasuk modal usaha bagi eks GAM yang dialokasikan pemerintah melalui Badan Reintegrasi Aceh (BRA). “Saya memang tidak tersentuh bantuan BRA, padahal sangat membutuhkan modal usaha demi memperbaiki perekonomian keluarga,” katanya.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.