Pengerjaan Jembatan Rangka Baja Awe Geutah Diharap Segera Rampung

January 1, 2023 - 22:27
Pembangunan jembatan rangka baja Awe Geutah, Bireuen, memasuki tahap finishing. FOTO HABADAILY.COM

HABADAILY.COM—Masyarakat pedalaman Kabupaten Bireuen mengharapkan pembangunan jembatan rangka baja Awe Geutah segera dirampungkan. Pasalnya, jembatan tersebut akses utama yang menghubungkan Gampong Awe Geutah di Kecamatan Peusangan dengan Gampong Teupin Reudep di Kecamatan Peusangan Selatan. 

“Jembatan ini merupakan impian masyarakat setempat, baik masyarakat Siblah Krueng maupun Peusangan Selatan,” kata Mukhtar Alamsyah (65), tokoh masyarakat Awe Geutah, Minggu (01/01/2023). 

Karena itu, lanjut dia, perlu segera dirampungkan pengerjaannya. “Ini akses utama masyarakat di sini, setelah jembatan gantung yang sebelumnya digunakan sebagai lintasan alternatif, kini sudah roboh,” jelas Mukhtar Alamsyah. 

Dia juga mengapresiasi rekanan yang mengerjakan pekerjaan tersebut sekarang ini. “Para pekerja dikerahkan siang-malam, walaupun harus melalui hambatan di lapangan dengan kondisi alam yang sering hujan,” katanya. 

Hal itu, kata Mukhtar Alamsyah, berbeda dengan pola kerja rekanan sebelumnya. “Pengerjaan jembatan ini sebelumnya dipegang rekanan lain tapi tidak pernah selesai. Alhamdulillah, di tangan rekanan sekarang jembatan tersebut bisa terwujud,” ucapnya. 

Informasi diperoleh media ini, pembangunan Jembatan Rangka Baja Awe Geutah dilaksanakan CV Alif Perkasa dan pengawasan dipegang CV Ceudah Consultant. Proyek ini menguras APBK Bireuen Rp8.467.817.000 bersumber DOKA 2022 yang diplot melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bireuen.

Sementara itu, pihak pelaksana kegiatan mengatakan pembangunan Jembatan Rangka Baja Awe Geutah akan rampung dikerjakan dalam beberapa hari ke depan. “Ini sudah tahap finishing dan akan rambung dalam dua-tiga hari ini. Kalau untuk penjalan kaki, juga sudah bisa digunakan,” sebut Charles, kepala tukang yang ditemui media ini di lokasi proyek.

Dikatakannya, proses pengerjaan jembatan itu sedikit terhambat oleh kondisi cuaca yang kerang bersahabat. “Preses pengerjaannya baru dimulai pada Oktober, ditambah lagi sering turun hujan selama proses pengerjaannya. Makanya sedit delay dari target yang direncanakan,” pungkas Charles.[] 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.