Dua Oknum Wartawan Dituding Peras Rekanan di Bireuen

December 24, 2022 - 22:15
Ilustrasi wartawan.[ Net]

HABADAILY.COM—Dua oknum wartawan dituding memeras rekanan pelaksana bantuan rehab rumah di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Mereka ditengarai meminta sejumlah uang untuk membendung pemberitaan terkait rehab rumah yang belum dikerjakan.

“Dugaan pemerasan ini dikeluhkan Jalaluddin, pengawas rehab rumah bantuan pemerintah pusat di Kecamatan Simpang Mamplam,” sebut Umar, warga Simpang Mamplam, Sabtu (24/12/2022).

Umar menjelaskan, Jalaluddin mengaku dirinya dimintai sejumlah uang oleh oknum wartawan berinisial I dan F. “Semula dimintai Rp10 juta, namun Jalaluddin hanya punya uang Rp3 juta. Uang tersebut katanya sudah diserahkan kepada I dan F,” paparnya.

Dikatakanya, Jalaluddin berani menceritakan hal itu kepadanya karena sama-sama tinggal di Simpang Mamplam. “Ia juga tahu bahwa saya berprofesi sebagai wartawan,” sebutnya.

Menurut Umar, dugaan pemerasan itu berawal temuan adanya bantuan rehap rumah yang belum dikerjakan. “Calon penerima manfaat tersebut atas nama Habibah Ali di Gampong Paku, Kecamatan Simpang Mamplam. Bantuan rehab untuknya belum dikerjakan sampai sekarang,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, I dan F mengkonfirmasikan temuan tersebut kepada Jalaluddin selaku pengawas bantuan rehab rumah di wilayah Simpang Mamplam. “Kemungkinan di sinilah terjadi negosiasi yang berujung pada dugaan pemerasan,” beber Umar.

Sementara Jalaluddin yang dihubungi media ini mengakui dirinya pernah menceritakan dugaan pemerasan tersebut kepada Umar. “Soal jumlah uang yang sudah saya serahkan, tanyakan langsung pada I dan F,” katanya.

Dia menyebutkan, persoalan semacam itu menjadi salah satu kendala pihaknya di lapangan. “Untuk lebih jelasnya nanti kita bicara langsung, tak cukup waktu berbicara lewat telepon. Ini juga sedang di jalan,” sebut Jalaluddin.

Menyangkut bantuan rehab rumah yang belum dikerjakan pihaknya, kata Jalaluddin, hal itu dikarenakan ada upaya penolakan. “Kalau mau menerimanya, segera kami rehab. Kalau tidak, ya akan dialihkan ke pihak lain,” pungkasnya.

Sedangkan wartawan berinisial F yang dikonfirmasi menyangkut dugaan pemerasan tersebut, mengatakan dirinya hanya menanyakan soal rehab rumah yang belum dikerjakan. “Mengenai duit, saya tidak tahu menahu. Saya juga tidak pernah ambil uang dari pengawas rehab rumah itu,” sebutnya.

Lain halnya dengan wartawan berinisial I. Saat dikonfirmasi perihal tersebut, ia justru meminta media ini tidak mencampuri urusannya. “Itu temuan saya, mengenai uang itu dalam proses. Kita sama-sama wartawan, jangan campuri urusan saya, saya nggak pernah campuri urusan Anda,” pungkas wartawan berinisial I.[] 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.