HABADAILY.COM—Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Tanjung Raya, Kecamatan Gandapura, Bireuen, terkesan dikerjakan asal-asalan. Sejumlah titik proyek senilai Rp2,4 miliar lebih itu ambruk lagi saat dalam proses pengerjaan.
Proyek bernomor kontrak 610/14.04/SP/PK/SDA/PUPR/VII/2022 ini dilaksanakan CV Awe Beutari dengan masa pelaksanaanya 180 hari kalender terhitung sejak 5 Juli 2022. Kegitaan rehap jaringan irigasi tersebut menguras Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp2.470.742.000 yang dialokasikan APBK Bireuen 2022 di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
“Sangat mengherankan proses pengerjaannya, saluran irigasi yang sedang dikerjakan ini banyak yang runtuh di sejumlah titik proyek,” kata Herman, tokoh masyarakat Tanjung Raya, Kamis (8/12/2022).
Menurut dia, sejumlah petani sawah yang dilewati irigasi tersebut juga mempertanyakan proses pengerjaan proyek itu yang terkesan asal-asalan. “Apa memang dikerjakan asal jadi, makanya banyak yang ambruk lagi, tentu konsultan pengawas dan pihak dinas yang lebih tahu,” kata Herman.
Menyangkut hal itu, Keuchik Tanjung Raya Tgk Mauliadi Sulaiman mengatakan dirinya pernah mendatangi pengawas lapangan. “Saya minta mereka agar segera membangun lagi beberapa area saluran yang runtuh,” katanya.
Keuchik Mauliadi menyebutkan, area suluran yang runtuh itu mencapai 8 titik. “Ini sangat meresahkan petani bila tidak segera dikerjakan, karena sebentar lagi akan memasuki masa tanam padi,” katanya.

KELUHAN TUKANG