Zulkarnaini, Anggota Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen mengatakan interupsinya terkait tindak-lajut pembahasan anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) untuk Bireuen Tahun Anggaran 2023 hanya sebagai alarm pengingat.
Demikian disampaikan pria yang akrab dikenal Zoel Sopan itu kepada Habadaily.com, via WhatApp Massenger, Selasa malam (22 Maret 2022).
Menurutnya, perihal tersebut dipertanyakan karena proses pembahasan DOKA antara DPRK dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum ada titik temu.
"Proses pembahasan sudah pernah dilakukan, tapi berhenti dan sampai dengan saat ini hampir 2 bulan tidak dilanjutkan," kata Zoel Sopan.
Padahal, lanjut dia, pihaknya kini sedang membuat perencanaan pembangunan daerah yang dibiayai oleh Dana DOKA dan DBH Migas yang secara aturan harus melalui pembahasan dan kesepakatan bersama antara DPRK dengan bupati. "Namun kok berhenti di tengah pembahasan," cecarnya.
Karena itu, sebut Zoel Sopan, sebagai salah seorang anggota Banggar, dirinya mengingatkan TAPD jangan sampai nanti tidak cukup waktu pembahasan.
"Jangan nanti waktunya tak cukup karena di ulur-ulur pembahasan. Masih ada dinas teknis yang belum dipanggil oleh Badan Anggaran dalam proses pembahasan tersebut," jelasnya.
Ia menambahkan, pertanyaan dalam interupsi hanya sebatas alarm atau pengingat supaya para pihak terkait bisa maksimal membuat perencanaan DOKA dan DBH Migas.
Sejauh ini, kata Zoel Sopan lagi, pihak DPRK belum mengetahui di mana kendala tertahannya pembahasan terkait DOKA Bireuen 2023 itu. "Itulah yang belum kita ketahui sehingga saya pertanyakan dalam interupsi kemarin," ungkapnya.
Sebelumnya, diketahui peruntukan anggaran yang bersumber dari DOKA Tahun Anggaran 2023 untuk Kabupaten Bireuen sekitar Rp53 miliar. (Adam Zainal)