Ia merincikan gedung wisma milik bersama masyarakat Aceh di perantauan ini, menghabiskan dana sekitar Rp9 miliar. Itu sudah termasuk bantuan yang diberikan pemerintah Aceh dalam dua periode kepemimpinan. “Pada masa periode pemerintahan Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan sekarang Gubernur Aceh Nova Iriansyah,” katanya.
Ia juga mengatakan, kehadiran gedung ini bukan dimulai dari periode saat ini saja. Tapi sudah dari beberapa periode yang lalu. “Karena ini merupakan gedung tempat pusat kegiatan masyarakat Aceh di Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan kehormatan TIM Dr Ir H Mustafa Abubakar MSi mengatakan kehadiran gedung ini berkat adanya dua azas yang dimiliki masyarakat Aceh, yakni azas kebersamaan dan azas keberlanjutan.
“Kerjasama masyarakat Aceh dengan pemerintah Aceh sangat luar biasa. Kerjasama sesama masyarakat, kelompok bisnis, kelompok perbankan, tokoh masyarakat, dan masyarakat kebanyakan, juga menyumbang untuk terbangunnya gedung ini. Bersama kita kuat bersama kita bisa,” katanya.
Berkat dua azas itu pula, tambah tokoh Aceh ini, akhirnya pembangunan Wisma TIM bisa terlaksanakan. “Alhamdulillah ini berkat keberlanjutan dan kebersamaan terbangunnya gedung ini,” ujarnya.
Dalam acara itu, hadir juga Walikota Jakarta Selatan Munjirin SSos MSi, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh dr Taqwallah MKes, Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin, Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah (BAS) Haizir Sulaiman MH, Anggota DPR RI Muslim, serta sejumlah tokoh masyarakat Aceh lainnya.[]