Ribuan tabung elpiji kosong tersusun rapi di komplek PT Kabersama Cipta Raya, Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) kawasan Gampong Beuradeun, Peukan Bada, Aceh Besar.
Hari itu, Sabtu (23/10/2021), dua pekerja berdiri di sisi Universal Filling Machine (UFM) with carrousel, untuk mengawasi proses pengisian gas yang dilakukan secara otomatis. Sementara di sisi lain para pekerja mengawasi tabung yang sudah terisi dan bergerak melaju di atas rantai conveyor (chain conveyor) untuk diangkut ke dalam truk yang sudah menunggu, yang selanjutnya didistribusikan kepada para pelangan.
Beginilah keseharian para pekerja di SPBE milik pengusaha Aceh Nahrawi Noerdin. Setiap hari perusahaan ini mampu mengisi sekitar 25 ton gas elpiji nonsubsidi. Gas elpiji tersebut diisi ke dalam tabung 12, 15, dan 50 kilogram.
Universal Filling Machine (UFM) with carrousel yang dimiliki PT Kabersama Cipta Raya, berjumlah 18 unit untuk tabung LPG 12 Kg dan Bright Gas 5,5 Kg serta 2 unit untuk LPG 50 Kg.
Pemilik PT Kabersama Cipta Raya, Nahrawi Neordin mengatakan setiap tabung yang diturunkan dari truk disusun di atas chain conveyor, melaju melintasi timbangan di bagian UFM untuk mengukur beratnya. “Setelah tabung kosong terukur beratnya, tabung tersebut melaju ke dalam lingkaran UFM dan gas kemudian akan terisi secara otomatis. Lalu kembali melaju di atas chain conveyor dan melewati timbangan lain untuk mengukur kembali setelah pengisian,” paparnya.
Jika jumlahnya tidak sesuai, jelas Nahrawi, makan tabung berisi gas tersebut akan bergeser ke sebelah kanan UFM. Semantera yang memiliki berat sesuai takaran akan terus melaju ke sisi belakang truk penggangkut. “Semua yang kita lakukan ini agar gas epliji yang diterima pelanggan benar benar sesuai takarannya,” sebutnya.