Menurut Dyah, jenis pembelajaran terpadu dianggap sangat relevan untuk membantu perkembangan anak usia dini. Karena, semua kegiatan dalam pembelajaran terpadu tersebut, melibatkan pengalaman langsung bagi anak, serta memberikan berbagai pemahaman tentang lingkungan sekitar anak.
Ia mengatakan semua upaya tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini yang beragam, baik itu dari segi kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan rangsangan pendidikan yang saling berkait secara simultan dan sistematis, dengan mengedepankan pendidikan karakter dalam setiap pembelajarannya.
Maka itu, Dyah meminta dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, terutama pada tingkat daerah, agar segala upaya dalam meningkatkan akses pada layanan anak usia dini dalam meningkatkan kesiapan anak untuk pra sekolah, melalui penyediaan layanan minimal bisa berjalan dengan baik.
Hal tersebut juga selaras dengan Deklarasi Dakkar dan Sustainable Development Goals (sdgs) UNESCO 2016, yang menyebutkan bahwa semua anak perempuan dan laki-laki memiliki akses terhadap pendidikan dan perawatan anak usia dini, pengasuhan, pendidikan pra-sekolah dasar yang berkualitas, sehingga mereka siap untuk menempuh pendidikan dasar.