Get Kupi, Inovasi Mahasiswa USK yang Raih Medali Emas

October 8, 2021 - 16:28
Tim dari USK yang berhasil meraih medali emas pada ajang GemasTIK ke-14. [Dok. Ist]

*Ciptakan Alat Sortasi Biji Kopi Otomatis Menggunakan Machine Learning

HABADAILY.COM - Tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih medali emas pada ajang bergengsi nasional Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Tekonologi Informasi dan Komunikasi (GemasTIK) ke-14 yang dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional pada Kamis (7/10/2021).

Medali emas ini diraih usai mengalahkan 19 tim lain dari universitas di seluruh Indonesia. Tim USK dinamakan Ava Team, terdiri dari tiga mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro dan Komputer, yaitu Ary Dasmara, Alifya Febriana dan Fina Noviantika. Mereka dibimbing oleh Dosen Fakultas Teknik USK, Rahmad Dawood.

Tim ini mengikuti perlombaan di bidang peranti cerdas, sistem benam dan IoT (internet of things). Mereka menciptakan alat sortasi biji kopi secara otomatis menggunakan machine learning, bagian dari kecerdasan buatan yang sedang marak digunakan saat ini.

Ketua tim, Ary Dasmara mengatakan, pembuatan alat sortasi biji kopi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang selama ini dihadapi oleh petani kopi, yaitu kesulitan dalam pemisahan biji kopi. Berbeda dengan tumbuhan lain, kopi adalah salah satu komoditas yang sulit dibedakan.

Ary dan timnya sudah melakukan survei ke beberapa UMKM di Aceh. Pihaknya mengetahui bahwa dari sejumlah proses pengolahan, bagian pemisahan kopi memerlukan waktu dan tenaga paling banyak. Lebih lagi, tidak semua orang bisa membedakan jenuis-jenis biji kopi. Hanya orang yang expert di bidang kopi yang bisa dengan cepat membedakan jenis-jenis kopi.

“Satu kilogram biji kopi bisa disortir selama 10 menit dengan catatan, itu dilakukan oleh orang yang ahli di bidang kopi, dan sudah tahu perbedaan dari aroma jenis-jenis biji kopi. Namun, permintaan kopi di satu UMKM dalam satu hari bisa mencapai 50-100 kg,” kata Ary.

Selama ini proses sortasi biji kopi masih dipisahkan secara manual, tanpa teknologi apa pun. Kalau ada, itu hanya dapat digunakan untuk memisahkan sesuai ukuran. Tapi tetap saja harus dipisahkan secara manual sesuai jenis kopi.

Beranjak dari keadaan itu, Ary dan timnya merasa perlu ada inovasi. Mereka berupaya menciptakan alat untuk membantu UMKM melakukan pemisahan kopi berdasarkan jenisnya, sehingga bisa meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga saat sortasi biji kopi.

Ciptakan Efisiensi

Adapun alat sortasi biji kopi yang mereka ciptakan dinamakan ‘Get Kupi’. Alat ini bisa melakukan penyortiran biji kopi berdasarkan empat jenis biji, yaitu kopi peaberry, longberry, premium dan rusak.

Get Kupi, alat sortasi biji kopi secara otomatis menggunakan machine learning yang dibuat mahasiswa USK dalam ajang GemasTIK ke-14. [Dok. Ist]

Get Kupi memanfaatkan raspberry pi 4 sebagai mikrokontrolernya. Alat ini bisa melakukan sortasi kopi berdasarkan bentuk ukuran dan warna sesuai data set yang telah diprogram. Get Kupi ini dapat mengenali jenis kopi dan membedakannya dengan menggunakan teknologi  machine learning.

“Kami telah membuat 8000 foto biji kopi. Untuk masing-masing kopi ada 2000 foto biji kopi yang kami jadikan data set untuk alat ini, sehingga alat ini bisa mengenal biji kopi dengan cukup baik,” jelas Ary.

Untuk menggunakan alat ini, terlebih dulu semua biji kopi dicampur ke dalam wadah, kemudian dimasukkan ke dalam Get Kupi. Setelah itu biji kopi akan jatuh satu per satu ke sensor kamera. Kemudian diambil gambar untuk diprediksi oleh machine learning jenis kopi yang cocok. Setelah itu diarahkan ke wadah sesuai jenisnya.

“Hasil dari pembuatan alat ini diharapkan akan menjadi solusi bagi para produsen kopi dan UMKM untuk melakukan sortasi biji kopi agar lebih efisien dalam waktu dan tenaga,” ujarnya lagi. Ke depan tim USK bakal menyempurnakan alat ini, baru kemudian membuat hak patennya.

Untuk diketahui, keikutsertaan di GemasTIK kali ini adalah yang kedua kalinya bagi Ava Team. Sebelumnya pada tahun 2019 mereka mengikuti kompetisi ini dengan membuat tong sampah pintar. Tim mereka juga sampai ke babak final, namun saat itu belum berhasil meraih medali emas.(*)

 

 

 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.