HABADAILY.COM – Gampong diharapkan dapat mengalokasikan dana desa untuk implementasi Rumoh Gizi Gampong (RGG), sebagai upaya penurunan angka stunting di tingkat desa.
Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati saat melakukan uji coba implementasi Rumoh Gizi Gampong (RGG) di dua desa di kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, Jumat lalu mengatakan, anggaran pelaksaan program tersebut kini masih menggunakan dana Corporate Social Responsibility.
”Sehingga masih kurang efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia berharap di tahun depan, operasional RGG bisa berjalan dengan dukungan dana desa, tentunya sesuai aturan yang berlaku.
Sebelumnya, melalui program dan intervensi PKK Aceh dalam tiga bulan terakhir, terpilih dua gampong, yakni Lam Lagang dan Lubuk Sukon sebagai pilot project RGG.
Dyah mengklaim intervensi itu telah menunjukkan hasil, salah satunya, angka stunting di daerah setempat kian menurun. Selain itu bayi dan balita yang sebelumnya mengalami gizi buruk pun kini sudah kembali sehat. Program ini pun menarik minat masyarakat dan diharapkan bisa terus berlanjut.
“Kegiatan ini merupakan uji coba atau pilot project dari implementasi RGG di Aceh, untuk kemudian dapat dijadikan percontohan bagi desa lain,” kata dia.
Menurutnya, pelaksanaan RGG juga sudah menggunakan mekanisme anggaran dana desa, seperti yang dipraktikkan beberapa daerah melalui Peraturan Wali Kota dan Bupati.
Namun yang menjadi persoalan adalah mekanisme atau petunjuk teknik pelaksanaan yang masih belum benar, sehingga membuat penyelenggaraan RGG pada gampong masih tidak tepat sasaran.
“Hari ini sudah kita uji coba di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, dan ini diharapkan akan menjadi percontohan bagi juknis model implementasi RGG di Aceh,” pungkas Dyah.(*)