Ayo Kunjungi Perpustakaan Generasi Cerdas di Museum Aceh

September 29, 2021 - 21:32
Perpustakaan Museum Aceh.

HABADAILY.COM—Museum Aceh membentuk perpustakaan cerdas sebagai upaya membuka peluang bagi siapa saja yang ingin mendapatkan ilmu pengetahuan tentang sejarah.

Pembentukan perpustakaan tersebut dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tercantum dalam  Undang-Undang Dasar 1945. “Perpustakaan ini sebagai wahana belajar, sarana ilmu dan pendidikan dengan harapan dapat membentuk jiwa dan peradaban masyarakat dalam mendukung pembangunan akhlak dan karakter bangsa,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin.

Dijelaskannya, kemajuan suatu bangsa, pendidikan, peradaban masa lalu tercermin dari peninggalan warisan para leluhur. “Bagaimana pemerintah dan masyarakat menjaga dan melestarikan serta menghargai hasil karya, karsa peninggalan nenek moyangnya , sangatlah tergantung dari perlakuan terhadap peninggalan tersebut serta upaya pemanfaatannya  untuk kepentingan masyarakat,” papar Jamaluddin.

Ditambahkannya, peran perpustakaan yang merupakan bagian integral pembangunan dalam mendidik masyarakat, memberikan daya kreasi, prakarsa dan swadaya guna meningkatkan kemajuan kehidupan dan kesejahteraan. “Tentunya perpustakaan menyediakan berbagai kebutuhan pengetahuan dan informasi (bahan bacaan) pendidikan, penelitian dan pengembangan kebudayaan bagi masyarakat,“ katanya.

Menurut Jamaluddin, memori kolektif dan rekam jejak suatu masyarakat, suatu kaum, suatu bangsa baik secara tertulis atau tidak, tangible atau intangible, kisah, buku, arsip atau dokumen dan foto yang mengandung nilai-nilai tradisi, budaya, sosial kehidupan, peradaban, pendidikan dan sebagainya tersimpan dengan baik dan rapi di sebuah perpustakaan, Badan Arsip, galeri maupun museum.

“Pendidikan secara luas merupakan hak setiap manusia dan warga negara. Pendidikan diperoleh formal dan informal secara bertahap tanpa batas waktu dan usia. Jadi, terlepas dari jenjang pendidikan formal, perpustakaan adalah tempat untuk mendapatkan pendidikan luar sekolah sebagai sarana informasi pendukung tercapainya pendidikan formal,” ungkapnya.

Senada disampaikan Kepala UPTD Museum Aceh Mudha Farsyah. Dikatakannya, perpustakaan museum merupakan bagian dari pendidikan informal yang berfungsi sebagai sarana edukasi ilmiah dan kultural yang menyediakan dan  memberikan informasi  bernilai edukatif, bermanfaat untuk kepentingan ilmiah seperti penelitian, kajian, studi komparatif, kepentingan akademik dan sebagainya.

“Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, Perpustakaan Museum Aceh juga menyediakan informasi tentang koleksi museum sebagai objek penelitian ilmiah,” jelasnya.

Mudha menyebutkan, Perpustakaan Museum Aceh melayani pengunjung dan pengguna perpustakaan melalui berbagai penerbitan dan literature berlatar belakang pendidikan agama, sejarah, budaya, sastra, seni, ketrampilan, rumah tangga dan para tokoh.

“Ayooo, kunjungi Perpustakaan Museum Aceh! Perpustakaan ini membentuk generasi cerdas,” ajaknya.[***]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.