Ini Lima Profesor Baru USK

September 7, 2021 - 21:09
Pengukuhan lima profesor baru USK.
2 dari 3 halaman

Rektor USK menyampaikan salah satu profesor yang diharapkan akan mampu berinovasi dan berkiprah untuk kesejahteraan bangsa adalah Prof Dr dr Teuku Heriansyah Sp JP (K)-FIHA FESC FasCC yang memfokuskan penelitiannya pada inovasi pengembangan diagnosis dan terapi penyakit jantung dan pembuluh darah atau CVD melalui kajian kardiologi molekular.

"Seperti yang kita semua tahu, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyakit berbahaya dan merupakan pembunuh nomor satu di dunia. Oleh karena itu, setiap inovasi yang dihasilkan untuk mengatasi penyakit ini, sangatlah berharga dan Insya Allah dapat menolong nyawa manusia," kata Prof Samsul Rizal.

Berbeda dengan Prof Heriansyah yang berkiprah secara langsung di dunia kesehatan, Prof Dr Ir Yunardi MASc bersumbangsih di bidang teknik kimia, yang sesungguhnya juga berorientasi pada kualitas kesehatan manusia. Riset yang ditekuni oleh Prof Yunardi ini sangat penting dalam upaya pengurangan emisi bahan bakar.

"Pada akhirnya, penelitian ini secara tidak langsung berpotensi mengurangi dampak pemanasan global dengan meminimalisir kehadiran gas-gas berbahaya yang tidak diinginkan," terang Rektor.

Sementara itu, Prof Dr Teuku Yuliar Arif ST MKom justru melakukan riset dengan dunia maya. Prof Teuku Yuliar Arif adalah salah satu pakar di bidang teknologi telekomunikasi nirkabel. Ia selama ini fokus meneliti pengembangan algoritma pemilihan kecepatan data untuk meningkatkan kinerja jaringan telekomunikasi nirkabel ini.

"Sampai dengan saat ini pun, Prof Teuku Yuliar Arif masih dalam upaya meneliti penggunaan metode multirate untuk mempercepat registrasi massal perangkat Internet of Things dan metode pencegahan serangan terhadap keamanan jaringan telekomunikasi nirkabel," jelasnya.

Lalu Prof Dr Teuku Mohammad Iqbalsyah SSi MSc juga berpotensi untuk mengharumkan nama USK di percaturan keilmuan dunia. Kepakarannya adalah di bidang biokimia, terutama yang terhubung dengan enzim hasil produksi mikroorganisme ekstremofilik. Enzim jenis ini sangat dibutuhkan pada masa sekarang dan di masa-masa mendatang, untuk mendukung perkembangan bioteknologi, karena enzim ini memiliki aktivitas yang lebih stabil pada berbagai kondisi.

Selain itu, enzim ini juga memiliki afinitas substrat serta regio- dan stereoselektivitas yang relatif lebih baik. Prof Teuku Mohamad Iqbalsyah bersama group risetnya selama beberapa tahun terakhir fokus untuk mencari enzim baru yang memiliki karakter yang lebih baik, yaitu dengan cara mengisolasi mikroorganisme baru, khususnya yang berasal dari habitat yang unik.

"Hasilnya, Prof Teuku Mohamad Iqbalsyah telah berhasil mengisolasi banyak strain bakteri dari fumarol bawah laut di wilayah Pria Laot, Sabang," beber Rektor.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.