Farid juga menegaskan, PKS Banda Aceh siap bekerja keras untuk memenangkan kontestasi politik melalui Pilkada, Pileg dan Pilpres di kota Banda Aceh pada pemilu 2024.
"Untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota Banda Aceh, PKS siap mengusung calon sendiri dengan mengutamakan kader, termasuk berkolaborasi dengan tokoh-tokoh eksternal," ujar Farid yang juga Ketua DPRK Banda Aceh.
Ia menambahkan, PKS juga membuka ruang kepada partai politik dan tokoh-tokoh masyarakat untuk bersinergi dan berkontribusi dalam membangun Kota Banda Aceh agar menjadi lebih baik lagi.
"PKS akan segera bersilaturrahim dengan para tokoh dan elemen yang ada, baik forkopimda, partai politik, para ulama, dan pimpinan lembaga atau ormas lainnya. Ini bagian dari kegiatan Silaturrahmi Kebangsaan yang digagas oleh Presiden PKS," tutur Farid.
Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Aceh, Ismunandar, ST meminta kepada para pengurus PKS Banda Aceh untuk merumuskan strategi dan langkah-langkah yang sistematis dalam mencapai target yang telah diamanahkan pada Rakerwil PKS Aceh. Pengurus PKS Banda Aceh juga diminta untuk bekerja keras dalam membumikan visi dan misi PKS, agar PKS Banda Aceh menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan kepada warga kota dengan program dan kegiatan yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid-19.
"Anggota legislatif PKS di DPRK Banda Aceh sebagai etalase partai, harus bekerja keras mengadvokasi warga, serta sensitif dengan kondisi masyarakat apalagi selama pandemi Covid-19 banyak warga yang terdampak, khususnya di sektor ekonomi," katanya.
Anggota DPR-RI Fraksi PKS, Nasir Djamil saat memberikan motivasi kepada peserta Rakerda PKS Banda Aceh mengatakan, pengurus dan kader PKS harus memiliki tiga modal supaya bisa mencapai target yang ditetapkan dalam Rakerda. Pertama, kredibilitas personal, yakni kader-kader PKS harus memiliki pesona dengan ide-ide segarnya agar semakin dipercaya oleh publik.