Lebih jauh, Firli Bahuri berharap kampus memberikan formula lebih, terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Itulah mengapa, katanya, setiap turun ke daerah dirinya selalu mengunjungi kampus. Selama ini, pihak KPK terus berbenah ke arah yang lebih baik, meski menyadari masih jauh dari sempurna.
"Kami terus berupaya menekan angka korupsi di Indonesia dengan berbagai langkah, baik itu pencegahan maupun tindakan tegas. Kami sadar tidak ada kesempurnaan, karena itu sangat berharap pihak kampus terus memberikan rekomendasi dan formula, agar KPK lebih baik. USK walau jauh dari pusat, harus berkontribusi untuk kemajuan bangsa," tukas Firli.
Sementara itu, Rektor USK Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengapresiasi langkah KPK yang punya semangat serta kepercayaan melibatkan kampus dalam upaya pencegahan korupsi. Terkait menjadikan kampus sebagai pusat pendidikan anti korupsi, USK siap mengambil peran. Kedepan, akan digodok formula pembelajaran melalui mata kuliah agama maupun PPKn.
"Saya gembira sekali karena tekad bapak Ketua KPK setiap ke daerah mengunjungi kampus. Tentu hal ini demi pendidikan dan terbentuknya integritas. Kami sedang mengonsepkan mata kuliah agama dan PPKn. Kita ingin menjadikan USK sebagai ujung tombak anti korupsi," jelas Rektor.
Prof Samsul Rizal turut menyampaikan bahwa USK berkomitmen penuh mengambil peran untuk pencegahan korupsi. Sejak tahun 2007 KPK dan USK memiliki MoU dalam pendidikan pemberantasan korupsi. Selain itu, KPK juga pernah berkunjung ke USK pada tahun 2019 dalam kegiatan internalisasi nilai-nilai anti korupsi bagi mahasiswa USK.