Dyah mengungkapkan, Aceh merupakan salah satu daerah yang banyak memiliki perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, Dyah menyayangkan, akibat rendahnya kompetensi, membuat anak-anak Aceh susah menembus seleksi masuk PTN. Sehingga kuota PTN di Aceh justru didominasi oleh siswa dari luar Aceh.
Dyah menyebutkan, kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan dan harus ditangani bersama, “Ini bukan hanya PR Pemerintah Aceh, tapi juga semua pihak, kita harus bersatu padu bertekad meningkatkan mutu pendidikan supaya adik-adik kita bisa mendapatkan kesempatan yang lebih, dan bisa diterima di perguruan tinggi dan Insha Allah mampu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik pula,” katanya.
Selain itu, di kesempatan yang sama Dyah juga mengajak seluruh guru dan praktisi pendidikan untuk turut membantu pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan stunting melalui sekolah. Dengan memberi bekal pengetahuan dan keterampilan melakukan promosi gizi di sekolah. Dengan menciptakan lingkungan yang mendukung terwujudnya praktik gizi yang baik bagi anak didik.
“Cegah dari sekolah karena kalian juga akan menjadi orang tua kelak. Hingga mampu dicegah lebih dini dengan bekal pengetahuan,” ujar Dyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri, mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan, memberi perhatian besar terhadap mutu pendidikan Aceh, hal itu terbukti dalam komitmen visi dan misi pemerintah yang dilaksanakan melalui program unggulan Aceh Carong.
Alhudri menyebutkan, untuk mendukung terwujudnya pembangunan di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Aceh, secara aktif bekerja sama dengan para pihak pemerhati dan pelaku Pendidikan dan melakukan penguatan untuk peningkatan kualitas guru dan peserta didik seluruh Aceh.