“Alhamdulillah, ini capaian yang harus kita syukuri, bahwa Indeks Pembangunan Manusia di Aceh terus meningkat, dan bahkan berada di atas nilai rata-rata nasional,” ujar Iswanto.
Lebih lanjut, kata Iswanto, meningkatnya IPM disebabkan oleh peningkatan pada empat komponen pembentuk indeks. Ke empat komponen tersebut yakni, indikator umur harapan hidup atau rata-rata usia tertua masyarakat, indikator harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan tingkat standar hidup layak alias pendapatan per kapita.
Dengan capaian ini, Indeks Pembangunan Manusia Aceh disebut berada pada status tinggi nasional. Lebih lanjut, Iswanto menjelaskan, jika dilihat berdasarkan angka indeks tertinggi, Aceh berhasil mengungguli 23 provinsi lainnya di Indonesia.
Ke 23 provinsi tersebut yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Maluku, Gorontalo, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua.