Rektor dalam sambutannya mengatakan, Unsyiah sangat bangga atas keberhasilan sejumlah produk inovasi dari ARC ini. Mengingat untuk menghasilkan sebuah produk tentu membutuhkan waktu dan penelitian yang panjang. Kerja keras ARC selama ini juga secara tidak langsung turut mengenalkan Unsyiah baik di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk itulah, Rektor berharap kehadiran produk inovasi ini menjadi pertanda dari kebangkitan kembali nilam Aceh seperti yang pernah terjadi pada masa lalu.
“Inilah komitmen kita bersama, agar nilam Aceh bisa berkembang lagi dengan kerja sama pada semua pihak. Sehingga bisa memutus mata rantai kemiskinan di Aceh,” ucap Rektor.
Sementara itu, Ketua ARC Unsyiah Dr Syaifullah ST MEng menjelaskan, dalam tiga tahun terakhir ini ARC Unsyiah telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Bahkan di tahun 2020 ini, meskipun dalam kondisi pandemi namun ARC berhasil meraih beberapa pencapaian penting. Di antaranya, Pusat Studi ini berhasil meraih grant Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUIPT) untuk tahun kedua. Lalu grant Prioritas Riset Nasional (PRN) untuk komponen antioksidan dan antiaging dari minyak nilam.