HABADAILY.COM—Berbagai media publik baik media sosial, media massa daring, media cetak dan media elektronik akhir-akhir ini banyak yang gencar memberitakan wabah Covid-19. Di sisi lain, publik terus mengikuti perkembangan dari Covid-19, bahkan tak jarang ada yang turut menyebarluaskan informasi yang didapat melalui akun media sosialnya masing-masing.
Sekretaris BPC Perhimpunan Humas (Perhumas) Indonesia Provinsi Aceh Mahdi Andela MM mengatakan, boleh jadi ini merupakan bentuk kesadaran publik terhadap bahaya Covid-19 untuk saling berbagi informasi atau karena merasa peduli satu sama lain. Ada yang mengunggah melalui instagram, twitter, facebook ataupun youtube, ada pula yang membuat status kemudian menyebarkan melalui aplikasi whatsapp ataupun grup media sosial.
“Tak sedikit juga yang hanya menyebarkan saja status orang lain. Celakanya, sering tanpa melakukan verifikasi apakah informasi pada status yang dibagikan tersebut benar atau tidak,” kata Mahdi di Banda Aceh, Senin (13/7/2020).
Ditambahkannya, banyaknya informasi yang berseliweran dari berbagai media membuat penyaringan apakah informasi yang beredar benar atau tidak menjadi agak sulit.
Memang bagi sebagian orang, imbuhnya, agak mengherankan ketika di tengah pandemi masih saja ada orang yang mau menghabiskan waktu untuk menciptakan dan menyebarkan berita bohong atau hoaks seputar virus tersebut dengan tujuan dan motif yang beragam.