Tenaga Medis di Aceh Keluhkan Isolasi Sosial dari Masyarakat

April 14, 2020 - 12:05
Sebagai bentuk dukungan kepada para medis dalam menghadapi wabah virus Corona (Covid-19), Universitas Syiah Kuala melakukan inovasi dengan menciptakan pelindung wajah bagi para medis.
2 dari 3 halaman

Selain itu, hasil kajian ini juga menunjukkan lebih dari setengah (51{ada50dcdb604e2537105c51ba9fcdd129abbbeb22b47b3b5661d94252fc917a3}) responden merasa tempat mereka bekerja belum memberikan perlindungan yang optimal bagi mereka agar terhindari dari covid-19.

Terkait upaya perlindungan diri, 96{ada50dcdb604e2537105c51ba9fcdd129abbbeb22b47b3b5661d94252fc917a3} responden menjawab bahwa mereka selalu berupaya meningkatkan proteksi diri sejak isu pandemi merebak. Salah satunya dengan sering mencuci tangan. Lalu, lebih dari 90{ada50dcdb604e2537105c51ba9fcdd129abbbeb22b47b3b5661d94252fc917a3} responden menyebutkan bahwa mereka selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan.

Adapun Alat Pelindung Diri (APD) yang paling sering digunakan oleh responden adalah masker bedah (80{ada50dcdb604e2537105c51ba9fcdd129abbbeb22b47b3b5661d94252fc917a3}) dan handscoen (55.7{ada50dcdb604e2537105c51ba9fcdd129abbbeb22b47b3b5661d94252fc917a3}) dan dalam survey ini juga terungkap bahwa 77,9{ada50dcdb604e2537105c51ba9fcdd129abbbeb22b47b3b5661d94252fc917a3} tenaga kesehatan yang menjadi responden masih kesulitan dalam memperoleh APD saat bertugas.

Untuk itulah, dari hasil kajian ini maka Unsyiah memberikan beberapa rekomendasi kepada Pemerintah Aceh. Pertama, memberikan pelatihan yang memadai tentang upaya proteksi diri dan penggunaan APD bagi tenaga kesehatan di provinsi Aceh secara merata.

Kedua, memastikan ketersedian APD bagi tenaga kesehatan, mulai dari mereka yang bekerja di Rumah Sakit rujukan covid-19 sampai ke tingkat Layanan Primer.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.