HABADAILY.COM | Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) para kepala desa di Aceh ke luar kota selama ini dinilai tidak berdampak baik terhadap kepentingan publik, melainkan hanya menghabiskan dana desa atau mubazir.
Kepala desa yang mengikuti bimtek di luar kota akan banyak menguras anggaran publik, yang seharusnya anggaran tersebut dapat dinikmati oleh publik didaerah kota masing masing.
"Anggaran publik itu harusnya dinikmati oleh publik di desa masing-masing. Bukan dipakai untuk membuat pelatihan di luar daerah dengan berbagai alasan," kata Kadiv Advokasi GeRAK Aceh, Hayatuddin Tanjung dalam keterangannya, Rabu (18/03/2020).
Kata Hayatuddin, Pelaksanaan kegiatan ke luar daerah hanya menghambur-hamburkan uang saja. Atau disebut flight money. Jika sekedar bimtek semestinya bisa dilaksanakan di daerah masing-masing.
Hayatuddin mencontohkan kegiatan yang baru-baru ini diikuti para datok (kepala desa) di Aceh Tamiang dengan mengirimkan peserta Bimtek) ke Bandung. Sehingga harus mengeluarkan biaya mencapai Rp 10 juta per orang.