50 Peserta "Napak Tilas" ke Lokasi Pelanggaran HAM Masa Lalu di Banda Aceh

March 5, 2020 - 19:57
Peserta memperlihatkan sejumlah foto tokoh Aceh yang menjadi korban penembakan saat konflik masa lalu. Kegiatan napak tilas ke beberapa lokasi pelanggaran HAM ini diadakan KontraS Aceh dan Asia Justice and Right (AJAR), Kamis (5/3/2020).
1 dari 3 halaman

Sedikitnya 50 peserta lintas daerah: Aceh, Jakarta, Makassar, NTT, dan Papua mengikuti kegiatan memorialisasi terkait konflik dan perdamaian di Banda Aceh, Kamis (5/3/2020). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh bekerjasama dengan Asia Justice and Rights (AJAR).

Acara ini merupakan kali ke-3 yang diadakan KontraS Aceh sejak beberapa tahun terakhir. Namun, untuk pertama kalinya di tahun ini melibatkan peserta dari berbagai daerah lain di Indonesia, khususnya wilayah yang juga pernah didera konflik.

Selain menyambangi Museum Perdamaian di Kesbangpol Provinsi Aceh, peserta juga berkunjung ke Sekretariat Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh. Disana, mereka bersama sejumlah komisioner berdiskusi tentang proses pengungkapan kebenaran di Aceh, sekaligus merefleksikannya dengan konflik yang pernah terjadi di wilayah mereka masing-masing.

Jelang sore, peserta diajak mengunjungi empat titik sejarah konflik Aceh. Di lokasi itu, beberapa narator menjelaskan sejarah di masing-masing lokasi. Pertama, pekarangan sekitar gerbang Mesjid Raya Baiturrahman, yang dulunya lokasi peristiwa penembakan tokoh Aceh, HT Djohan pada 10 Mei 2001.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.