Di posisi kedua adalah sektor perdagangan yaitu mencapai 35.74 persen dengan jumlah 349 ribu pekerja. Untuk sektor pengolahan sebesar 8.20 persen (187 ribu pekerja), jasa pendidikan 7.60 persen (183 ribu pekerja). Sedangkan di sektor pengadaan listrik, gas air pengelolaan sampah limbah dan daur ulang, menjadi sektor terendah penyerapan tenaga kerja hanya menyerap 0.42 persen saja dengan jumlah pekerja hanya 11 ribu.
Dengan menurunnya tingkat pengangguran di Aceh, kata Wahyudin, menunjukkan bahwa adanya kemajuan yang lebih bagus. Artinya kini perekonomian di dalam masyarakat Aceh sudah mulai tumbuh. “Sudah ada progres di sektor ekonomi, baik ekonomi kreatifnya, kemudian berkembang juga untuk industri, baik industri rumah tangga atau lain sebagainya,” kata Wahyudin.
Wahyudin menuturkan, jika Tingkat Pengangguran Terbuka di Aceh terus mengalami penurunan maka hal tersebut tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Aceh, sehingga nantinya angka kemiskinan di Aceh turut menurun.[]