HABADAILY.COM—Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh terpaksa meminjam uang ke bank untuk menjalankan operasionalnya. Pasalnya, pihak BPJS Kesehatan belum membayarkan klaim jatuh tempo sekitar Rp100 miliar.
“Tungakan yang sudah jatuh tempo selama tiga bulan, dari bulan Juli-September 2019 mencapai Rp100 miliar yang belum dibayar pihak BPJS Kesehatan Kota Banda Aceh ke RSUDZA,” sebut Direktur RSUDZA Banda Aceh Azharuddin, Jumat (1/10).
Dikatakannya, besaran jumlah uang tersebut untuk membiayai seluruh pengeluaran pelayanan kesehatan bagi warga Aceh di RSUDZA Banda Aceh selama tiga bulan. "Untuk menjalankan pelayanan di rumah sakit itu kan banyak komponen. Ada macam-macam. Jadi sejauh ini kita tetap bayar ke vendor. Memang harus saya akui susah juga untuk menjalankannya. Kami menghabiskan sekitar Rp40 miliar dalam satu bulan," sebutnya.
Meski begitu, Azharuddin tetap mengapresiasi BPJS Kesehatan. Atas keterlambatan pembayaran itu, BPJS memberikan jaminan. “Mereka juga berkomitmen membayar denda keterlambatan pada rumah sakit. Akibat keterlambatan pembayaran, manajemen rumah sakit harus meminjam uang ke bank,” ungkapnya.
Dia memastikan, walaupun BPJS punya tunggakan namun pelayanan RSUDZA Banda Aceh tetap berjalan lancar. “Pelayanan kita tetap tidak terganggu,” tutupnya.