Katanya, dengan sambutan yang baik, para tamu yang datang akan mendapatkan kesan yang baik dan akan menceritakan ke daerah asal. Menurut Cek Zainal, sikap baik yang ditunjukkan tuan rumah akan memberi kesan positif untuk kemudian dapat mendatangkan wisatawan ke ibu kota provinsi.
“Ketika para tamu hari ini mendapatkan kesan yang baik dari kita, akan diceritakan ke daerah asal dan mereka akan datang, itu menjadi bagian dari promosi juga bagi sektor wisata kita,” tambah Cek Zainal.
Kata Cek Zainal, banyak kelebihan dari Banda Aceh yang harus diketahui masyarakat dunia, mulai dari wisata kuliner, wisata religi, wisata tsunami hingga keindahan alamnya.
Hal lain yang paling penting disampaikan juga adalah kondisi keamanan. Banda Aceh hari ini sangat aman dan nyaman bagi siapapun. Predikat kota yang tidak pernah terjadi konflik dari Kemenkopolhukam adalah bukti ibukota Provinsi Aceh ini sangat aman bagi siapapun.
“Siapa saja bisa menikmati kota ini, bahkan hingga larut malam. Bisa santai sambil menikmati kopi dan kuliner di setiap sudut kota ini dengan nyaman,” tambah Cek Zainal.
Ketua AGC-Best 2019, Shabri Abd Majid menyampaikan kegiatan yang digelar pihaknya diikuti oleh 100 peserta dari berbagai negara di dunia.