Begini Mekanisme Mendapat Pertimbangan Wali Dalam Penyusunan Ketentuan Adat

September 19, 2019 - 18:14
Katibul Wali Nanggroe Aceh Usman | FOTO:HABADAILY.COM/KHAHAR
2 dari 3 halaman

Acara yang merupakan rangkaian kegiatan Pembianaan Lembaga Adat dan Imum Mukim se-Aceh yang dimulai sejak 16 September lalu dibuka secara resmi oleh Staf Khusus Wali Nanggroe, H. Kamaruddin Abu Bakar atau akrap disapa Abu Razak. Peserta berjumlah 46 orang terdiri dari satu orang ketua dan satu orang Kepala Sekretariat MAA kabupaten/kota se-Aceh.

“Terbentuknya lembaga Wali Nanggroe tidak hanya menjadi bagian dari peradaban bangsa, tetapi merupakan salahsatu kekhususan Aceh,” kata Abu Razak saat membacakan amanat Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Malik Mahmud al Haytar. 

Selain Katibul Wali, pembukaan acara turut dihadiri oleh Tgk. Zulkarnaini Hamzah atau Tgk. Ni, Ketua MUNA Tgk. Muhammad Ali, Ketua Mejelis Tuha Lapan Wali Nanggroe Tgk. Adi, serta Kabag Humas Katibul Wali Nanggroe M. Nasir Syamaun, SIP, MPA. 

“Peradaban Aceh yang berasal dari adat dan budaya selama ini cenderung mengalami pergeseran fungsi. Oleh karena itu lembaga-lembaga adat di bawah koordinasi Wali Nanggroe menambah wawasan dan mencari solusi untuk memperkuat kembali adat dan budaya Aceh,” kata Abu Razak menyebutkan salahsatu tujuan digelarnya kegiatan tersebut. 

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.