30 Legislator Banda Aceh Disumpahkan

September 11, 2019 - 18:53
Prosesi pengambilan sumpah 30 anggota DPRK Banda Aceh.
2 dari 3 halaman

Dalam sambutannya, ia berpesan agar sebutan sebagai wakil rakyat hendaknya jangan hanya menjadi slogan saja. "Sebutan itu mesti dipegang teguh agar tidak mengalami degradasi makna setelah Bapak/Ibu duduk di lembaga legislatif ini. Sampai kapanpun, hubungan dengan rakyat harus diperkuat tanpa pernah membangun tembok birokrasi yang seolah tidak tersentuh."

Menurutnya, sebagaimana posisi lembaga eksekutif, pihak yang duduk di lembaga legislatif ini pada hakikatnya juga merupakan pelayan masyarakat. "Agar mampu melayani rakyat dengan baik, maka kerja sama antar lembaga –sesuai kewenangan masing-masing–harus dapat diperkuat," katanya.

"Maka dari itu, jika ingin memuaskan hati rakyat, kualitas kerja Bapak/Ibu sebagai wakil rakyat mestinya diperkuat, sehingga mampu mendorong pemerintah daerah bergerak lebih cepat, bertindak efektif, dan bekerja akurat. Dengan demikian, setiap gerak pembangunan yang dirancang, akan berjalan dengan baik serta mampu menghasilkan pencapaian yang terukur."

Ia menambahkan, berbagai tugas penting sudah menanti dewan, terutama dalam menuntaskan agenda reformasi, menegakkan supremasi hukum, mendorong terciptanya pemerintahan yang bersih, terlebih lagi menjalankan kebijakan otonomi khusus yang berlaku di Aceh.

"Oleh karenanya, sebagai wakil rakyat Bapak/Ibu diharapkan mampu bersikap kritis dan cermat dalam membahas regulasi lokal untuk melindungi kepentingan masyarakat demi terwujudnya cita-cita pembangunan," harapnya.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.