"Kalau provinsi lain bisa, kenapa Aceh tidak, jadi dukungan PB ISSI sangat kami butuhkan," tegasnya.
Sementara itu, Raja Sapta Oktohari mengaku bangga bisa hadir ke Aceh untuk melantik pengurus ISSI. Pasalnya ISSI Aceh selama ini sudah sangat lama tidur "siang". Apalagi pelantikan ini, diakhir masa jabatan dirinya sebagai Ketua ISSI.
"Akhinya ISSI tidak didominasi oleh laki-laki saja, dan Aceh membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi Ketua ISSI. Dari seluruh Indonesia, hanya Aceh yang Ketua ISSI-nya adalah perempuan," ungkapnya.
Ia meminta kepada pengurus ISSI Aceh langsung bekerja untuk menyiapkan atlit-atlit yang handal. Tak hanya itu, pengurus juga harus menyiapkan wasit dan venue-venue yang bisa menunjang prestasi atlit Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
"Pelantikan ini sifatnya seremonial, tugas utama setelah pelantikan adalah mencari atlit," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada ISSI Aceh yang sudah memberikan dukungan kepadanya untuk maju kembali sebagai Ketua ISSI.