Bukan hanya itu, lajut Kemal, Unimal juga sedang menggalakkan sivitas akademikanya untuk memproduksi karya ilmiah, termasuk karya ilmiah populer di media massa. Penerbitan tulisan ilmiah populer di media massa tertentu diberikan reward dari pihak kampus, termasuk di Media Indonesia sebagai salah satu media cetak nasional yang memiliki tiras besar.
Melalui kerjasama tersebut, Kemal meminta pihak PT Media Televisi Indonesia untuk dapat menggunakan jasa dosen di Unimal sebagai narasumber. "Saat ini, Unimal memiliki seluruh cabang ilmu yang memiliki kepakaran yang bisa mengulas problem hukum, sosial-budaya, ekonomi, politik, dan energi secara kontemporer dan klinis, tutup Kemal dalam presentasinya," tambah Kemal.
Sementara Ismu Wardani atau akrab dipanggil Munik mengganggap tawaran kerjasama ini sebagai sebuah kehormatan. “Saya sangat terenyuh dengan keinginan Unimal membangun kerjasama ini, karena selama ini yang banyak melakukan kerjasama berasal dari perguruan tinggi swasta. Ketika ada PTN dari luar Jawa yang mau bekerjasama, kita akan sambut baik,” ungkap Munik didampingi Kepala Divisi Pembelajaran dan Pengembangan (Learning and Development Head) Metro TV, Iwan Setiawan.
Menurut Iwan, tawaran kerjasama ini bisa dilakukan dalam sektor yang sangat luas. Seperti bisa dilihat, Media Group menangani segala sektor dari hulu hingga hilir, bukan saja pada urusan media cetak, broadcast, dan media digital, tapi juga bisnis perhotelan, infrastruktur, hingga katering. “Kami di sini disediakan makan dan juga untuk para tamu,” ungkap Iwan.
Sektor lain dan cukup populer untuk kerjasama adalah magang (internship). Magang pun terbuka bukan hanya pada mahasiswa yang tertarik pada content jurnalistik dan broadcast, tapi juga aspek teknik dan mekanik, sehingga mahasiswa teknik elektro juga memiliki tempat magang.