2 dari 2 halaman
"Kebetulan lagi di Indonesia. Konsep (video klip) itu sendiri mengangkat kisah persahabatan. Salah satunya sudah gone," jelas Ruksima.
Untuk penggarapan videonya, Ruksima dan Cheverly menerapkan konsep yang unik, yakni stop motion. Effort yang dilakukan memang cukup besar, namun hasilnya pun dijamin bakal berbeda dari kebanyakan animasi lainnya.
"Puppet-nya itu harus digerakin frame by frame, little by little, dan pas dia lagi mau bergerak itu kita harus tahu frame-nya itu berapa frame per-second dan dengan tangan kita sendiri kita harus menggerakan puppet itu," ujar Ruksima.[kapanlagi.com]
Ikuti Saluran Habadaily via WhatsApp.
Follow
Ikuti Berita Habadaily di Google News.
Follow