HABADAILY.COM— T Mukhtaruddin Fatani SH alias Apa Lambak bersama Rusli Arafika alias Apa Gense Cs, grup lawak Aceh, serta Zuhdi atau Adi Bergek, Kamis (4/4/2019), menghibur ribuan massa kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden Pasangan Joko Widodo - Kyai H Ma'ruf Amin, di Lapangan Blang Asan, Kecamatan Peusangan, Bireuen.
Apa Lambak Cs tidak hanya menghibur warga yang menghadiri kampanye terbuka Capres/Cawapres Nomor Urut 01, pelawak asal Kota Lhokseumawe ini juga mengungkapkan alasannya mendukung Capres dari petahana.
Menurutnya, program pembangunan masa Pemerintahan Jokowi dilakukan merata. Selain itu, Jokowi tidak melibatkan keluarganya dalam memimpin negara. "Pak Jokowi tidak mau memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya dirinya sendiri maupun keluarganya. Tidak ada keluarga Pak Jokowi yang ikut mengatur proyek. Coba kalau orang lain yang jadi presiden, sampe nek nek yang ka mate jipeukaya," ungkap Apa Lambak.
Jokowi, lanjutnya, dibenci oleh orang-orang yang tidak menginginkan rakyat Indonesia maju dan sejahtera. "Sehingga dihembuskan berbagai macam isu, seperti keturunan PKI, keturunan asing dan anti Islam. Padahal itu tidak ada satupun sanggup dibuktikan. Bahkan banyak ulama mendukung Pak Jokowi, apalagi Cawapresnya dari Ulama," tandas Apa Lambak.
Selain itu, kata Apa Lambak lagi, pengalaman Jokowi di pemerintahan dimulai dari Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, sampai Presiden. Pelawak dan penyanyi kocak ini berharap, masyarakat agar tidak mudah percaya dengan isu-isu menyesatkan yang tidak jelas sumbernya atau hoax.
Selain Apa Lambak, orasi singkat juga disampaikan oleh Efendi alias Koboy, mantan Kombatan GAM Wilayah Batee Iliek. Pada kesempatan itu, Koboy mengajak masyarakat memilih kembali Jokowi.
"Saya berharap masyarakat Aceh mau memilih kembali Jokowi memimpin Indonesia dua periode. Pembangunan selama Jokowi sangat bagus, seperti jalan tol, menghidupkan kembali KEK Arun. Ini dapat membuka lapangan kerja lebih luas lagi untuk Aceh," sebutnya.
Selanjutnya Mustafa A Glanggang, Bupati Bireuen Periode 2002-2007 ikut membakar semangat massa kampanye. Dikatakannya, sukses tidaknya seseorang memimpin tidak dapat diukur dalam masa 5 tahun. Karena, waktu 5 tahun itu baru menancapkan pembangunan. "Jadi, untuk melihat pemimpin itu berhasil tidak dalam waktu 5 tahun. Tetapi harus 2 periode," katanya.
Menurut Bupati yang pertama menerapkan hukum cambuk di Aceh ini, ia sudah kenal dengan Jokowi ketika sama-sama menjadi Kepala Daerah. "Saya kenal Pak Jokowi sejak beliau masih Walikota Solo. Dan kami sudah lama berteman. Waktu itu saya juga masih Bupati Bireuen," ungkapnya.
Kemudian pada penghujung acara, Sofyan Daud yang mendapat kesempatan terakhir berorasi di atas pentas mengharapkan, agar masyarakat tidak percaya dengan berbagai macam fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi.
Menurutnya, Jokowi adalah Presiden Indonesia yang banyak memperhatikan Aceh. "Ada 10 Proyek Strategi Nasional (PSN) yang dibangun di Aceh pada masa Pemerintahan Jokowi," tandasnya.
Sementara panitia pelaksana kampanye terbuka Pasangan Capres/Cawapres Nomor Urut 01 di Kabupaten Bireuen menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan sukses.
Seperti diutarakan Ketua Panitia Pelaksana, Muzakir M Nur yang didampingi Azis Fandila dan Zulkifli Nurdin, bahwa, ditargetkan massa yang hadir sekitar 3.000 orang. Namun yang hadir diperkirakan mencapai 60-70 persen.
Kampanye terbuka tanpa dihadiri pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, turut dihadiri pengurus partai koalisi, unsur relawan seperti, TKK, Sekber, Cakra 19, Kajak, Religi dan lain-lain.[]