Melihat peluang tersebut, Dyah menyebutkan bahwa tidak tertutup kemungkinan bagi produk kerajinan bordir yang ada di Kota Sabang untuk memasuki pasar yang lebih luas. "Tentu saja dengan memperhatikan desain, kualitas dan harga yang dapat bersaing."
Ketua Dekranasda Kota Sabang, Mita Andriani, usai pelatihan itu, mengharapkan para perajin bordir bisa menjadi lebih mandiri, baik secara perseorangan maupun kelompok sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan. "Ibu memiliki peran yang sentral dalam sebuah keluarga. Selain harus mengurus keluarga, seorang ibu juga harus memiliki ketrampilan yang dapat membantu perekonomian keluarga. Pelatihan ini merupakan momentum bagi masyarakat kota Sabang terutama para perajin di Desa Ie Meulee untuk dapat menambahkan pengetahuan dan kreatifitas," ujar Mita Andriani.
Ada beberapa desain motif bordir yang didesain oleh warga Sabang yang telah mendapat sertifikasi oleh Direktur Kekayaan Republik Indonesia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Salah satunya adalah Motif Bungong U yang diciptakan oleh Kudus Nazardy. Ia adalah anggota Dekranasda Kota Sabang. “Semoga usai pelatihan akan lahir motif-motif lain yang nantinya juga bakal mendapat pengakuan sebagai salah satu motif kekayaan asal Sabang,” harapnya. []