"Sekarang jarang sekali kita mendengar lantunan shalawat saat orang tua menidurkan anaknya. Anak-anak balita juga sudah dikenalkan dengan handphone, padahal kalau kita lihat, pengaruh gadget dan teknologi sangat berdampak buruk bagi anak usia dini," ujar Wakil Sekjen DPA-PA ini.
"Untuk itu, selain mengajak pemuda membentengi diri dari hal-hal negatif, saya juga mengajak para orang tua untuk berperan menyikapi persoalan negatif yang ada di Aceh saat ini, karena itu bukan hanya menjadi tugas kepolisian, guru, ataupun teungku-tengku dayah. Pendidikan yang terbaik untuk anak adalah pendidikan yang diajarkan oleh para orang tua," tambahnya.
Harapkan Beasiswa untuk Santri
Usai bersilaturrahmi dengan para relawan dan masyarakat Langsa, Tgk. Muharuddin dan rombongan berkunjung ke Dayah Darul Abrar di Gampong Alue Beurawe, Tualang Teungoh, Kota Langsa.
Dalam silaturrahmi ini, para ustadz dan santri Dayah Darul Abrar berharap Tgk. Muharuddin dapat memperjuangkan bantuan selain fisik untuk dayah di Aceh, khususnya Langsa, seperti halnya bantuan beasiswa untuk para santri.
"Kami di dayah ini ada santri yang tidak bisa melanjutkan pendidikan, karena tidak ada lagi kiriman dari orang tua. Untuk itu, kami harapkan ada beasiswa untuk para santri," kata perwakilan santri Dayah Darul Abrar.
Menanggapi hal itu, Tgk. Muhar menjelaskan DPRA sebelumnya telah menetapkan Qanun Penyelenggaraan Pendidikan Aceh yang didalamnya tertuang tentang kesetaraan hak antara pendidikan umum dengan pendidikan di dayah.