“Kami sadar tidak banyak masyarakat, khususnya Banda Aceh, yang tahu apa itu KEL, sehingga kami tergerak untuk memperkenalkan bentang alam yang luar biasa ini ke masyarakat luas di Car Free Day Banda Aceh, dimana masyarakat berkumpul bersama keluarga,” kata Farwiza.
Farwiza mengatakan masyarakat Aceh sudah berabad-abad hidup berdampingan menggantungkan hidupnya pada Kawasan Ekosistem Leuser. Nenek moyang Aceh menurut Farwiza, hidup karena air dan udara yang disediakan oleh Leuser.
"Mereka turut melestarikan Leuser agar anak cucunya bisa melanjutkan hidup dengan sejahtera dan sehat. Sekarang adalah giliran kita untuk menjaga Leuser, untuk anak cucu kita ke depannya,” kata Farwiza.[bna]