HABADAILY.COM - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak pernah membeda-bedakan para pejuang dari pesisir timur dengan pesisir barat Aceh dan dataran tinggi Gayo. Bagi GAM, Aceh dengan keberagaman suku yang hidup di dalamnya menjadi simbol kekhususan sekaligus melambangkan daerah tersebut memiliki peradaban yang tinggi pada suatu masa.
Namun, tidak semua pihak menganggap GAM demikian. Di antaranya bahkan mencoba menerapkan politik belah bambu untuk memisahkan Aceh dari satu bagian menjadi terkotak-kotak. Hal inilah yang melecut mantan kombatan GAM seperti Teungku Muharuddin untuk menziarahi makam Teungku Ilyas Leube di Desa Bandar Lampahan, Bener Meriah, Selasa (04/12/2018) kemarin.
"Sebagian pihak di Aceh menilai eks-GAM membedakan antara pesisir timur dan barat Aceh dengan dataran tinggi Gayo,” kata Muharuddin usai berziarah dan menggelar samadiah di makam Teungku Ilyas Leube.
Teungku Ilyas Leube yang bergelar Reje Linge XIX merupakan pejuang Aceh yang telah menjadi ikon Gayo. Almarhum juga dikenal luas oleh kalangan mantan kombatan dan masyarakat Aceh sebagai pejuang yang memberikan sumbangsih besar terhadap Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Ilyas Leube yang juga seorang ulama berpengaruh di Gayo turut menjadi salah satu leader di GAM sekaligus penjabat Menteri Kehakiman di struktur komando Wali Nanggroe Hasan Tiro, pada masa lalu. Penempatan almarhum di jabatan tersebut bukan tanpa alasan. Ilyas Leube memang dikenal adil dan juga tegas. Prinsipnya teguh dan juga dikenal sebagai pejuang yang setia.