G7 Dukung Ukraina Terkait Konflik Selat Kerch

December 1, 2018 - 14:53
Kapal penjaga perbatasan Ukraina berlabuh di pelabuhan Laut Hitam Odessa di Ukraina/Aljazeera/Reuters
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Menteri Luar Negeri dari negara yang tergabung dalam G7 mengutuk tindakan Rusia di Selat Kerch. Pernyataan anggota G7 yang di dalamnya tergabung Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang dan Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Jumat (30/12/2018) menyebutkan tidak ada alasan pembenaran apapun bagi Rusia untuk mengerahkan militer dengan menahan kapal dan personel angkatan laut Ukraina.

"Kami menyerukan kepada Rusia untuk melepaskan awak kapal yang ditahan dan menahan diri dari melanggar hukum melalui Selat Kerch," tulis anggota G7 melalui pernyataannya.

"Kami G7, sekali lagi menegaskan bahwa kami tidak, dan tidak akan pernah mengakui aneksasi ilegal Rusia di semenanjung Krimea, dan kami menegaskan kembali dukungan kami yang tak tergoyahkan untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina."

Sementara itu, Direktur Politik Kementerian Luar Negeri Ukraina, Olexiy Makeyev, mengutip Al Jazeera menyebutkan mereka membela diri "dari agresi Rusia".

"Kami mengandalkan dukungan dari mitra Amerika kami dan kami mendapat dukungan penuh Uni Eropa," katanya. 

Ukraina cari dukungan global

Pernyataan G7 dikeluarkan sehari setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dia mengatakan pembicaraan G20 tidak bisa dilakukan sementara pelaut Ukraina masih dalam tahanan.

Rusia pada Minggu lalu memblokade tiga kapal militer Ukraina yang melewati Selat Kerch dalam perjalanan mereka dari Laut Hitam ke Laut Azov, perairan internal kedua negara.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.