“Ini murni mereka ingin larikan diri, tidak ada kaitan dengan politik serta kaitan dengan pembakaran. Itu dulu jauh sekali, jangan berhubungan dengan lalu,” kata Kapolda.
Dia menyebutkan para napi yang kabur rata-rata terjerat kasus narkoba. Mereka juga pindahan dari UPT kabupaten lainnya. “Motifnya masih kita dalami,” sebutnya.
Rio menilai pengamanan sejak Kalapas baru tersebut sudah banyak berubah. Sisi keamanannya juga dinilai tidak main-main dan sudah cukup baik.
Rio mengaku pihaknya masih menyelidiki siapa dalang di balik kaburnya ratusan warga binaan tersebut. "Semoga dapat selesai, kita tetapkan jalankan tugas sesuai SOP,” kata Kapolda Aceh.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Agus Toyib menyampaikan pihaknya akan segera merilis dan membuat pengumuman data-data napi yang kabur tersebut. Sehingga para keluarga bisa mengetahui apakah saudara mereka masih di dalam atau ikut kabur.