"Sembilan wilayah sungai tersebut juga memiliki potensi air dan curah huja rata-rata yang berbeda," kata mantan Direktur Eksekutif Walhi Aceh ini.
Dia mengatakan untuk Wilayah Sungai (WS) Aceh – Meureudu misalnya, memiliki potensi air rata-rata sebesar 4 liter per detik per km2, dengan curah hujan rata-rata minimal 1500 mm. Lalu untuk sebagian WS Aceh Meureudu, WS Pase- Peusangan, WS Jambo Aye dan WS Tamiang Langsa memiliki potensi air rata-rata sebesar 7–8 liter per detik per km2 dengan curah hujan rata-rata 1500-3000 mm.
Sedangkan WS Teunom – Lambeso, WS Woyla – Batee, WS Baru – Kluet dan WS Alas – Singkil memiliki potensi air dan curah hujan yang tinggi. Potensi air rata-rata mencapau 17-18 liter per detik per km2 dengan curah hujan rata-rata mencapai 3000 s/d 4500 mm.
TM Zulfikar kemudian merujuk data Balai Wilayah Sungai Sumatera I, yang menyebutkan ke 9 wilayah sungai tersebut mengalirkan air ke 481 anak sungai lainnya. Salah satu yang terbesar adalah Krueng Pase-Peusangan yang membelah tiga kabupaten, yaitu Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tengah.
"Induk sungai Peusangan itu memiliki 107 anak sungai yang tersebar di wilayah pesisir timur Aceh," kata TM Zulfikar lagi.