Elemen Sipil Minta Pemerintah Aceh Lindung DAS dari Kerusakan

November 28, 2018 - 14:59
Ilustrasi sungai rusak setelah banjir bandang di Aceh Tenggara/Dok BPBA
1 dari 3 halaman

HABADAILY.COM - Air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan seakan menjelma jadi sebuah daya rusak penyebab bencana banjir dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini bukan serta merta diakibatkan hujan deras yang terus mengguyur sejumlah daerah di Aceh, tetapi juga akibat rusaknya hutan, lahan dan lingkungan di wilayah hulu turut menjadi faktor pemicu banjir melanda negeri.

"Bencana yang terjadi secara beruntun di Aceh dan juga secara umum di Indonesia, justru diakibatkan penggunaan ruang yang tidak mengindahkan kemampuan dan daya dukung lingkungan, sehingga  menyebabkan akumulasi kerusakan yang terjadi terus menerus dan menyebabkan terjadinya bencana. Padahal kita tahu bahwa Aceh merupakan wilayah dimana ratusan Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalir dari hulu hingga ke hilir di berbagai pelosok wilayah dari desa hingga ke kota," kata Ketua Sarekat Hijau Indonesia, TM Zulfikar, kepada awak media, Rabu (28/11/2018).

Merujuk Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai, diketahui Aceh memiliki 9 Wilayah Sungai Besar. Masing-masing terbagi pada 4 Wilayah Sungai yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab Pemerintah Pusat dan 5 Wilayah Sungai yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota.

TM Zulfikar merincikan, ke 9 Wilayah Sungai tersebut adalah Wilayah Sungai Aceh – Meureudu yang memiliki luas 23.550,34 Km2. Selanjutnya Wilayah Sungai Jambo Aye seluas 13.884,06 Km2, Wilayah Sungai Woyla – Batee seluas 5.621,00 Km2, dan Wilayah Sungai Alas – Singkil seluas 10.090,13 Km2.

Lebih lanjut, Wilayah Sungai Pase – Peusangan seluas 21.185,00 Km2, Wilayah Sungai Tamiang – Langsa seluas 12.970,90 Km2, Wilayah Sungai Teunom – Lambeso seluas 17.335,26 Km2, Wilayah Sungai Baru – Kluet seluas 10.004,70 Km2, serta Wilayah Sungai Pulau Simeulue, seluas 1.980,00 Km2.

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.