Surga Tersembunyi Lut Kucak dan Ide Ngopi di 'Atas Awan'

November 26, 2018 - 14:30
Repro
3 dari 3 halaman

Di sisi lain, Sarkawi juga melirik potensi ekonomi dan pariwisata dari pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun yang ada di Lhokseumawe. Dia mengungkapkan program pengembangan ekonomi tersebut memiliki anggaran sebesar Rp 50 triliun lebih dengan jumlah tenaga kerja mencapai 43 ribu-an.

"40 ribu mungkin masyarakat lokal, tapi di level manajemen menengahnya akan datang dari Jawa, Bali, Surabaya, Medan, dan seluruh Nusantara. Mereka akan bekerja Senin hingga Jumat, Sabtu dan Minggu mereka kemana? Apakah mereka sampai Gunung Salak saja? Ngopi di sana? Atau lewat kemari dan langsung ke Takengon? Sementara kita di Bener Meriah dapat debu saja, atau kita akan berbagi? Kami akan tahan mereka di sini," ungkap Sarkawi. 

Sarkawi mengaku telah mencoba menggaet investor untuk Bener Meriah. Investor ini bakal ditawarkan lokasi strategis untuk pengembangan industri perhotelan yang representatif, seperti hotel dengan aula yang layak dan sebagainya. Jadi, dengan adanya hotel-hotel berbintang di Bener Meriah, maka akan memudahkan wisatawan berlibur di daerah dingin tersebut. 

"Mereka akan datang ke Danau Lut Tawar untuk melihat keindahan alamnya, tetapi mereka harus tidur di Bener Meriah," kata Sarkawi.

Sarkawi mengatakan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Bener Meriah masih menunggu keluarnya izin pengelolaan hutan lindung di kawasan Lut Kucak dari Kementerian Kehutanan. Begitu izin ini keluar, Sarkawi mengaku bakal bergegas untuk menata dengan baik kawasan Lut Kucak, dengan konsep wisata halal seperti yang berlaku di Aceh.

"Mudah-mudahan ke depan prospek lebih bagus. Ini bukan mimpi, tapi bisa kita lakukan," pungkas Sarkawi.[boy]

© 2026 PT Haba Inter Media | All rights reserved.