HABADAILY.COM - Telepon rusak dan patah tulang merupakan risiko yang harus dihadapi para penyintas di Bosnia, saat mereka berupaya melintasi perbatasan ke Kroasia, anggota baru Uni Eropa.
Di sebuah gudang kawasan kota Velika Kladusa, dekat perbatasan Kroasia, sebagian besar dari 200 orang yang tinggal di sini mencoba untuk memainkan sebuah "permainan", sebuah istilah yang banyak digunakan untuk upaya mencapai Eropa. Ini adalah permainan dengan taruhan tinggi, dan risiko itu juga diketahui oleh sekelompok orang Iran yang juga ada di sana.
Tujuh pria pulih dari pemukulan yang terjadi pada malam sebelumnya. Mereka mengatakan itu adalah ulah polisi Kroasia.
Mereka kemudian memperlihatkan handphone masing-masing, yang layarnya semuanya hancur. Seorang penyintas juga memperlihatkan tubuhnya yang terkena pukulan. "Sialan," kata Arash, salah seorang Iran yang lebih tua. Arash saat kejadian tidak bersama mereka yang menjadi korban pemukulan. Dia juga baru pertama kali melihat luka-luka seperti itu.
"Mereka ditempatkan di dalam satu mobil satu per satu dan kemudian dipukuli dengan keras. Mereka menggunakan tongkat untuk memukul. Mereka juga menendang dan meninju," kata Arash, menerjemahkan.
Farhad, seorang anggota kelompok Iran lainnya turut menerjemahkan, "Mereka berkata, 'Jika Anda kembali lagi, saya akan membunuh Anda'."
Kementerian Dalam Negeri Kroasia menepis aksi brutal yang dilakukan pihak kepolisian negara tersebut.
Perwakilan dari Doctors Wothout Borders (dikenal dengan inisial Prancis, MSF) tidak dapat mengonfirmasi jika polisi Kroasia yang memukuli para pengungsi di perbatasan tersebut. Namun, kepada Aljazeera, mereka dapat memastikan jika luka tersebut merupakan bekas pukulan benda keras.
"Kami teliti melihat pasien dengan cidera bervariasi, dari cidera jaringan lunak hingga patah tulang yang ditimbulkan pasukan perbatasan Kroasia. Luka ini konsisten dengan pukulan benda tumpul pada bagian tubuh tertentu, mungkin saja luka-luka ini terjadi seperti cerita saksi dan pasien kami," kata Julian Koeberer, seorang relawan kemanusiaan MSF.
Tahun ini, gelombang pengungsi dan migran sering mendatangi dan melewati Bosnia. Menurut data UNHCR terdapat 7.600 kedatangan di Bosnia dan Herzegovina dari awal tahun hingga Juni 2018. Jumlah ini jauh lebih banyak jika dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai 218 orang.
Pantauan di lokasi, terlihat sekitar 200 orang tinggal di sebuah lapangan di sisi tempat penampungan anjing.
Anjing liar dan anak anjing juga terlihat berkeliaran di sekitar lapangan. Beberapa orang mengatakan mereka terkadang kembali ke tenda dan menemukan seekor anjing ada di dalamnya.
"Itu karena kita seperti anjing, itulah yang mereka pikirkan," kata Dalir, seorang Pakistan.